Optimalisasi Kurikulum Merdeka; Guru di Desa Cintakarya Ubah Mindset di Tangan STITNU Al Farabi Pangandaran
ALFARABI.AC.ID | 2 September 2024 – Mahasiswa KKN Desa Cintakarya STIT NU Al-Farabi Pangandaran menyelenggarakan Seminar Pendidikan bertajuk “Optimalisasi Kurikulum Merdeka untuk Pendidikan Berkelanjutan: Tantangan dan Peluang bagi Guru di Desa Cintakarya.” Seminar ini bertujuan memberikan wawasan dan strategi praktis bagi para guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di lingkungan pendidikan desa.
Acara dimulai dengan sambutan dari ketua pelaksana dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN, yang menekankan pentingnya peran guru dalam menghadapi tantangan pendidikan saat ini. Mereka mengajak para peserta untuk berperan aktif dalam diskusi dan berbagi pengalaman demi peningkatan mutu pendidikan.
Mahasiswa KKN STIT NU Al-Farabi Pangandaran memberikan wawasan kepada guru-guru desa tentang implementasi Kurikulum Merdeka.

Dr. Yanti Nurdiyanti, S.Pd.I., M.M., yang juga Dosen di STIT NU Al Farabi, membahas tentang pengelolaan sumber daya pendidikan dalam konteks Kurikulum Merdeka. Beliau menekankan perlunya inovasi dan strategi pembelajaran yang mampu menciptakan lingkungan mendukung pengembangan karakter dan kompetensi siswa.
Irpan Ilmi, S.Hum., M.M., Ketua LPPM dan Dosen STIT NU Al Farabi, membahas tantangan dan peluang yang dihadapi guru di desa. Beliau mengajak guru-guru untuk melihat Kurikulum Merdeka sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menjawab kebutuhan lokal yang unik.
Guru-guru yang hadir antusias mengikuti sesi diskusi dan berbagi praktik baik terkait implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah mereka. Salah satu peserta menyatakan, “Materi yang disampaikan narasumber sangat bermanfaat dan akan segera kami implementasikan. Kegiatan ini sangat berkesan bagi saya.”
Seminar ini diharapkan dapat menjadi ajang penguatan pemahaman guru tentang Kurikulum Merdeka serta mendorong kolaborasi antarpendidik dalam menciptakan pendidikan yang berkelanjutan dan berkualitas di Desa Cintakarya.
