Hebat! Mahasiswa STIT NU Al-Farabi Bentuk Satgas Desa BERSINAR (Bersih Tanpa Narkoba) di Desa Cintaratu
ALFARABI.AC.ID – PANGANDARAN, Jum’at, 6 September 2024 – Mahasiswa STIT NU Al Farabi Pangandaran yang ber-KKN di Desa Cintaratu berhasil membentuk Satgas Desa BERSINAR (Bersih Tanpa Narkoba) sebagai salah satu program pengabdian masyarakat. Program ini berfokus pada upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda Desa Cintaratu.
Pembentukan Satgas Desa BERSINAR bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba. Sebagai bagian dari program ini, mahasiswa KKN LITERA STITNU Al Farabi Pangandaran menerbitkan buku Desa Bersih Tanpa Narkoba dan pembentukan satgas yang telah ditandatangani SK nya oleh Kepala Desa Cintaratu, Hernayadi, S.Pd.
Acara peluncuran ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua STIT NU Al-Farabi Pangandaran, Dr. Dasep Ubaidillah, M.Pd., Ph.D., Kepala Desa Cintaratu, Hernayadi, S.Pd., serta dosen pembimbing lapangan, Ai Teti Wahyuni, M.Pd.
Mahasiswa KKN STIT NU Al-Farabi Luncurkan Satgas Desa Bersih Narkoba sebagai Program Pengabdian Masyarakat
Sebagai pembicara utama, Yayat Hidayat, S.Pd.I., M.Pd.I., membahas “Generasi Bersih Tanpa Narkoba dalam Perspektif Al-Qur’an”. Menurutnya, Al Quran memberikan panduan komprehensif untuk membangun generasi masyarakat yang bersih tanpa narkoba. Dengan menerapkan prinsip-prinsip Quran, dapat membangun masyarakat yang sehat,sejahtera dan berakhlaq mulia serta pencegahan dan penanganan narkoba merupakan kunci sukses dalam membangun generasi yang sehat.
Jajang Badruzzaman, S.Sos., memberikan edukasi tentang bahaya narkoba serta dampaknya bagi kesehatan mental dan fisik. Ia menjelaskan bahwa, Narkotika Psikotropika dan bahan adiktif, serta dampak bagi kesehatan mental dan fisik. Golongan narkoba di indonesia hanya dapat digunakan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan digunakan dalam terapi diantaranya shabu, ganja yang sering terjadi.
Pembentukan satgas Desa BERSINAR ialah langkah strategis dalam melindungi generasi muda dari bahaya NARKOBA, “Kita harus menyadari bahwa narkoba ialah ancaman nyata bagi masyarakat dan pemuda justru terbentuknya satgas ini akan menjadi garda terdepan dalam penyalahgunaan NARKOBA dilingkungan Desa Ujar”, Ai Teti Wahyuni, M.Pd.
Doni Ilyas, penanggung jawab program, menekankan pentingnya pendidikan dan kesehatan mental sebagai benteng utama melawan penyalahgunaan narkoba. Mahasiswa KKN berharap Satgas Desa BERSINAR ini dapat berjalan efektif dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat, menjadikan Desa Cintaratu sebagai percontohan dalam upaya pencegahan narkoba yang berkelanjutan.

