Bukan Sekadar KKN, Mahasiswa STITNU Al Farabi Jadi ‘Lentera’ Pendidikan di Desa Sidomulyo
LPPM.ALFARABI.AC.ID. | Pangandaran – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STITNU Al-Farabi Pangandaran meluncurkan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Sidomulyo, Kabupaten Pangandaran. Mengusung tema “Peran Orang Tua sebagai Lentera Pendidikan Anak”, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi, pesantren, dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak.
Program PKM ini difokuskan pada peningkatan pemahaman orang tua dalam mendampingi anak-anak mereka, baik dari sisi pendidikan formal maupun pembentukan karakter. Melalui berbagai kegiatan seperti sosialisasi, diskusi interaktif, dan penyuluhan, mahasiswa KKN mendorong partisipasi aktif keluarga sebagai fondasi utama pendidikan.
Imam Ibnu Hajar, tokoh agama sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Hidayatus Sholawat Pangandaran, menyampaikan dukungan penuhnya. Menurutnya, pendidikan anak tidak bisa dilepaskan dari peran orang tua dan lingkungan sekitar. “Setiap anak lahir dengan potensi yang harus didampingi. Peran orang tua sangat penting, bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga teladan yang membimbing anak dengan kasih sayang dan motivasi,” ujarnya. “Dengan kolaborasi perguruan tinggi, pesantren, dan masyarakat, kita bisa membangun generasi yang tangguh, berilmu, dan berakhlak mulia,” tambahnya.
Syadad Nabil Mudzafar, Koordinator Desa sekaligus Ketua KKN, menjelaskan bahwa program ini lahir dari hasil observasi dan dialog dengan masyarakat. “Kami melihat bahwa pendidikan anak tidak bisa berdiri sendiri tanpa peran keluarga,” jelasnya. “Kami ingin memberikan wawasan sekaligus dorongan moral bagi para orang tua agar mampu menjadi lentera dalam perjalanan pendidikan anak-anak mereka. Semoga kegiatan ini terus memberi dampak positif yang berkelanjutan,” tutup Syadad.
Warga Menyambut Baik, Menjadi Model Penguatan Pendidikan di Desa
Program ini disambut baik oleh warga Desa Sidomulyo. Kehadiran mahasiswa KKN bersama pesantren setempat dianggap memberikan warna baru dalam pendidikan berbasis keluarga. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pesantren, dan masyarakat ini diharapkan menjadi model untuk penguatan pendidikan anak di tingkat desa.
Melalui kegiatan ini, STITNU Al-Farabi Pangandaran menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat dengan program-program yang aplikatif dan solutif. “Keberadaan STITNU Al Farabi Pangandaran tidak hanya dirasakan di ruang akademik, tetapi juga berdampak nyata dalam kehidupan sosial masyarakat. Ya, STITNU Al Farabi terus merealisasikan tri dharma perguruan tinggi”, Ujar Dr. Irpan Ilmi, menanggapi peran KKN LITERA.
